Upacara Memperingati Sumpah Pemuda ke 90

Simpang Empat, Senin 29 Oktober 2018 lapangan upacara SMKN 1 Simpang Empat diisi penuh oleh seluruh civitas akademika SMKN 1 Simpang Empat yang terdiri dari ribuan siswa ratusan dewan guru serta staf tata usaha melangsungkan upacara dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda yang ke 90 tahun dengan suasana yang cerah.

Pembina upacara di isi oleh salah seorang guru muda dari SMKN 1 Simpang Empat yang bernama bapak Heri Rahman, S.Pd merupakan guru mata pelajaran PPKN alumnus dari program studi PPKN di FKIP Universitas Lambung Mangkurat.

Semangat Mudanya membara ketika menyampaikan amanat dalam upacara pagi tadi, beliau mengatakan “upacara hari ini adalah momentum memperingati sejarah Sumpah Pemuda, dan sejarah dalam hidup saya menyampaikan amanat di hadapan ribuan orang”, ungkap beliau diatas podium upacara.

Beliau juga menyampaikan sebuah pesan persatuan untuk generasi muda dengan belajar dari sebuah filosofi kopi, kopi itu terdiri dari rasa pahit yang berwarna hitam, gula manis yang berwarna putih serta air panas yang mendidih dari semua perbedaan itu kopi gula dan air panas disatukan dalam sebuah cangkir kecil diseduh dan diaduk hingga merata lalu dinikmati dengan kelezatan yang luar biasa begitu pula persatuan di negeri Indonesia yang memiliki ragam perbedaan disatukan dengan Bhineka Tunggal Ika akan menjadi indah dan penuh makna.

Beliau juga menekankan untuk seluruh siswa saling bersatu padu memajukan sekolah ini menjaga kebersihan sekolah ini serta menjaga persatuan negeri ini.

Sejarah mengajarkan kita untuk terus bersatu, dahulu para para pendahulu bangsa kita mencontohkan dengan semangat Sumpah Pemuda yang memunculkan rasa kecintaan terhadap bangsa dan negaranya, harusnya kita pemuda yang terlahir di era milenial ini harus lebih hebat lagi semangat persatuannya dibanding para pendahulu kita, ungkap pembina upacara Bapak Heri Rahman, S.Pd dengan penuh ceria dengan suasana jenaka dan penuh semangat yang membara.

Sebelum mengakhiri amanat peringatan Sumpah Pemuda tahun ini beliau juga menutup dengan sebuah pantun yang penuh jenaka Dan disambut riang oleh seluruh civitas akademika “Apa itu burung bangau kalau terbang tidak tinggi pemuda-pemudi Janganlah galau Mari menuntut ilmu sampai tinggi tinggi”.

=======================================================================================================================
Ditulis oleh : Aditya Irfiandi pada pukul 10.00 WITA tanggal 29 November 2018 di SMKN 1 Simpang Empat.
=======================================================================================================================

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published.